
3 Kasus Berfikir Komputasi yang mudah dipahami untuk latihan konsep dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.
Halo teman-teman, selamat datang di kodelyly.com! Pada artikel ini kodelyly.com akan membahas tiga contoh nyata berfikir komputasi yang dekat dengan aktivitas sehari-hari agar kalian bisa langsung mempraktikkan empat pilar pentingnya.
Berfikir Komputasi
Berfikir komputasi adalah pendekatan pemecahan masalah yang sistematis melalui empat langkah inti: dekomposisi untuk memecah masalah besar menjadi bagian kecil, pengenalan pola untuk menemukan kemiripan antar kasus, abstraksi untuk fokus pada hal yang relevan, serta algoritma untuk merancang langkah-langkah terurut yang dapat dijalankan manusia maupun komputer.
Kasus 1: Mengatur Jadwal Belajar Mingguan
Konteks: Kalian ingin membuat jadwal belajar efektif untuk lima mata pelajaran dalam satu minggu.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Dekomposisi | Pisahkan per mata pelajaran, durasi per sesi, hari, dan prioritas bab yang sulit. |
| Pengenalan Pola | Amati jam ketika kalian paling fokus, pola tugas berulang tiap minggu, dan jeda optimal. |
| Abstraksi | Abaikan detail non-esensial seperti warna stabilo; fokus pada durasi, urutan, dan batas waktu. |
| Algoritma | 1) Urutkan mata pelajaran berdasarkan tenggat dan kesulitan. 2) Alokasikan blok 45–60 menit. 3) Sisipkan jeda 10 menit tiap blok. 4) Review mingguan pada hari Minggu untuk penyesuaian. |
Kasus 2: Rekomendasi Menu Kantin Sehat
Konteks: Kalian ingin memilih menu makan siang yang seimbang berdasarkan anggaran, kalori harian, dan ketersediaan kantin.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Dekomposisi | Pecah menjadi anggaran per hari, preferensi gizi, daftar menu tersedia, dan batas kalori. |
| Pengenalan Pola | Temukan pola harga paket hemat, porsi sayur yang konsisten, serta menu yang sering membuat kenyang lebih lama. |
| Abstraksi | Sederhanakan ke tiga variabel kunci: kalori, protein, biaya; abaikan merek saus atau tampilan piring. |
| Algoritma | 1) Filter menu ≤ anggaran. 2) Hitung rasio protein per rupiah. 3) Pilih kombinasi dengan total kalori 500–700 dan protein tertinggi. 4) Putar variasi menu agar tidak bosan. |
Kasus 3: Menentukan Rute Tercepat Ke Sekolah
Konteks: Kalian berangkat dari rumah ke sekolah dengan opsi jalan utama, jalan tikus, dan transportasi umum.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Dekomposisi | Petakan titik asal, tujuan, simpul persimpangan, waktu tunggu lampu, dan opsi kendaraan. |
| Pengenalan Pola | Catat pola kemacetan per jam, titik rawan padat, serta hari-hari tertentu yang lebih lengang. |
| Abstraksi | Representasikan kota sebagai graf dengan simpul dan sisi berlabel waktu tempuh; buang detail estetika jalan. |
| Algoritma | 1) Tetapkan bobot waktu untuk setiap ruas. 2) Gunakan pencarian jarak terpendek seperti Dijkstra. 3) Evaluasi dua rute alternatif. 4) Simpan rute terbaik sebagai default pagi hari. |
Kesimpulan
Baca Juga:
Awal Mula Perkembangan Internet Masuk ke Indonesia
Tiga kasus berfikir komputasi di atas menunjukkan pola kerja yang sama: pecah masalah, cari kemiripan, sederhanakan yang penting, lalu susun langkah yang bisa diulang. Dengan membiasakan diri pada dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma, kalian dapat membuat keputusan lebih cepat, efisien, dan terukur di banyak konteks sehari-hari.
Sekian artikel dari kodelyly.com, semoga membantu latihan berfikir komputasi kalian dan siap dipakai dalam proyek maupun kegiatan harian!