Bagaimana cara memperkuat nasionalisme untuk menghadapi tantangan global?

Bagaimana cara memperkuat nasionalisme untuk menghadapi tantangan global?

Nasionalisme di era global bukan berarti menutup diri dari dunia, tetapi percaya diri dengan identitas bangsa sambil tetap terbuka, kritis, dan kompetitif. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dari level individu sampai negara.

1) Pahami Nasionalisme Modern

  1. Nasionalisme modern = cinta tanah air yang diwujudkan lewat kontribusi nyata, bukan sekadar slogan.
  2. Bersikap terbuka pada inovasi global, tetapi selektif pada nilai dan dampaknya.
  3. Mengutamakan kepentingan nasional tanpa mengabaikan kerja sama internasional.

2) Perkuat Literasi Kebangsaan Dan Sejarah

  1. Pelajari sejarah, konstitusi, dan nilai Pancasila secara kontekstual (terkait isu hari ini: disinformasi, polarisasi, ekonomi digital).
  2. Biasakan diskusi kritis di sekolah, kampus, komunitas, dan keluarga.
  3. Kunjungi museum, situs sejarah, dan ruang budaya untuk membangun kedekatan emosional dengan perjalanan bangsa.

3) Bangun Karakter Warga Digital Yang Beretika

  1. Tingkatkan literasi digital: cek sumber, bandingkan berita, pahami bias algoritma.
  2. Lawan hoaks dan propaganda dengan cara elegan: klarifikasi berbasis data, tidak ikut mem-bully.
  3. Gunakan media sosial untuk promosi hal positif: budaya lokal, prestasi anak bangsa, edukasi publik.

4) Cintai Produk Dan Karya Indonesia Secara Cerdas

  1. Utamakan produk lokal bila kualitas dan harga masuk akal.
  2. Dukung UMKM: beli, ulas, rekomendasikan, dan bantu promosi.
  3. Bangga pada karya anak bangsa: aplikasi, film, musik, game, riset, dan inovasi.

5) Rawat Kebhinekaan Sebagai Kekuatan

  1. Latih empati antar kelompok: agama, suku, dan budaya berbeda.
  2. Tegas pada ujaran kebencian dan diskriminasi, tapi tetap mengedepankan dialog.
  3. Perkuat ruang kolaborasi lintas komunitas (projek sosial, relawan, kegiatan lingkungan).

6) Tingkatkan Daya Saing (kompetensi) Agar Tidak Tertinggal

  1. Kuasai keterampilan global: bahasa asing, teknologi, data, komunikasi, dan kolaborasi.
  2. Tetap berakar: bawa nilai gotong royong, integritas, dan etos kerja dalam karier.
  3. Dorong budaya belajar seumur hidup: kursus online, sertifikasi, komunitas belajar.

7) Praktikkan Nasionalisme Lewat Kontribusi Nyata

  1. Tertib hukum dan etika publik: taat aturan, jujur, anti korupsi di level apa pun.
  2. Peduli lingkungan: kurangi sampah, hemat energi, ikut kegiatan bersih-bersih.
  3. Aktif di masyarakat: karang taruna, pengabdian, donor darah, program literasi.

8) Peran Lembaga Pendidikan, Media, Dan Pemerintah

  1. Pendidikan: pembelajaran proyek (project-based learning) bertema kebangsaan dan isu global.
  2. Media: memperbanyak konten inspiratif, cek fakta, dan narasi persatuan.
  3. Pemerintah: kebijakan yang adil, transparan, memperkuat ekonomi nasional, serta melindungi budaya dan data warga.

Contoh Tindakan Sederhana (mulai Minggu Ini)

  1. Pilih satu isu nasional (pendidikan, lingkungan, UMKM, literasi digital) dan ikut berkontribusi kecil.
  2. Terapkan “saring sebelum sharing” untuk semua konten.
  3. Beli minimal satu produk lokal dan bantu promosinya.
  4. Ikut kegiatan komunitas lintas latar belakang.

Ringkasnya

Nasionalisme yang kuat di tengah globalisasi dibangun lewat pengetahuan (literasi), karakter (etika dan toleransi), daya saing (kompetensi), dan aksi nyata (kontribusi). Dengan itu, Indonesia bisa tetap beridentitas kuat sekaligus unggul dalam persaingan global.

About the Author

BUKA KOMENTAR (0)
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.