
Kalau aku berada di posisi penemu, aku bakal fokus mengembangkan energi laut (ocean energy)—terutama pembangkit listrik dari arus laut dan gelombang yang cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia.
Kenapa Pilih Energi Laut?
Indonesia punya garis pantai yang sangat panjang dan banyak selat dengan arus kuat. Itu artinya, sumber energinya tersedia hampir sepanjang tahun dan relatif stabil dibanding energi surya (yang bergantung cuaca) atau angin (yang bisa sangat musiman).
Manfaat utamanya:
- Stabil dan prediktif: arus laut dan pasang surut bisa diperkirakan.
- Dekat pusat permukiman pesisir: banyak desa/daerah terpencil ada di tepi laut.
- Lahan darat minim: tidak perlu area luas seperti PLTS skala besar.
- Potensi besar untuk mikrogrid: bisa jadi solusi listrik pulau kecil.
Ide Penemuan: “Turbine Arus Laut Modular”
Yang ingin aku ciptakan adalah turbin arus laut modular ukuran menengah, dengan desain:
- Bilah turbin berprofil aman untuk biota (slow-rotation, tip speed rendah)
- Sistem mooring (jangkar) fleksibel agar pemasangan lebih mudah dan tidak merusak terumbu
- Unit modular: bisa dipasang 1–2 unit untuk desa kecil, lalu ditambah jika kebutuhan naik
- Pengaman sampah laut: ada grill/filter yang mudah dibersihkan
- Monitoring IoT: sensor arus, getaran, suhu, dan output daya untuk perawatan prediktif
Target awalnya bukan langsung super besar, tapi reliable, murah perawatan, dan bisa dipakai di lokasi yang menantang.
Di Mana Cocok Dipasang?
Beberapa tipe lokasi yang ideal:
- Selat sempit dengan arus kuat
- Perairan dekat pulau kecil yang sulit dijangkau jaringan PLN
- Daerah pesisir yang sudah punya kebutuhan listrik stabil (cold storage ikan, penerangan, pompa air)
Tantangan Dan Cara Mengatasinya
- Korosi air laut
Solusi: material komposit + coating anti-korosi + desain komponen mudah diganti. - Biofouling (lumut/kerang menempel)
Solusi: pelapis anti-fouling + jadwal pembersihan berbasis data sensor. - Gangguan ekosistem
Solusi: kecepatan putar rendah, studi dampak, dan pemasangan tidak di jalur migrasi. - Biaya instalasi
Solusi: desain modular dan sistem pemasangan cepat (quick-deploy) untuk menekan biaya kapal/alat berat.
Langkah Prototyping Yang Realistis
- Uji model skala kecil di kanal air atau sungai berarus (untuk validasi konsep)
- Simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk optimasi bilah turbin
- Pilot project 3–6 bulan di satu lokasi pesisir (target 5–20 kW)
- Integrasi baterai + inverter untuk stabilitas daya dan kebutuhan malam hari
- Skalakan menjadi mikrogrid pulau (misalnya 50–200 kW)
Alternatif Cadangan Yang Juga Menarik
Kalau bukan energi laut, pilihan kedua yang ingin aku kembangkan adalah:
- Surya + penyimpanan (battery) yang lebih murah dan tahan panas tropis
- Biomassa berbasis limbah pertanian dengan teknologi gasifikasi yang bersih
- Panas bumi skala kecil (micro-geothermal) untuk daerah tertentu
Penutup
Jadi, kalau aku jadi penemu, aku paling ingin mengembangkan energi laut lewat turbin arus laut modular yang aman, mudah dirawat, dan cocok untuk listrik pulau-pulau kecil. Dengan begitu, energi bersih bisa benar-benar terasa manfaatnya sampai ke daerah pesisir dan wilayah terpencil.