
Mengapa komputer menggunakan sistem biner adalah pertanyaan yang sering muncul ketika kalian mulai belajar tentang dunia komputer dan pemrograman.
Halo teman-teman, kalau kalian baru mulai memahami cara kerja komputer, pasti sempat bingung mengapa semua data di dalam komputer hanya diwakili oleh angka 0 dan 1. Pada artikel ini kodelyly.com akan membahas alasan di balik penggunaan sistem biner dengan bahasa yang sederhana agar mudah kalian pahami.
Mengapa Komputer Menggunakan Sistem Biner?
Secara sederhana, sistem biner adalah sistem penulisan angka yang hanya menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Berbeda dengan sistem desimal yang biasa kalian pakai sehari-hari yang menggunakan sepuluh simbol dari 0 sampai 9.
Dalam dunia elektronik, komputer tersusun dari jutaan hingga miliaran komponen kecil yang bernama transistor. Transistor ini bekerja dengan dua kondisi utama yaitu hidup dan mati atau menyala dan tidak menyala. Dua kondisi sederhana ini sangat cocok diwakili oleh dua angka, yaitu 1 untuk menyala dan 0 untuk mati. Inilah alasan paling dasar mengapa komputer menggunakan sistem biner.
Perbandingan Sistem Biner Dan Sistem Desimal
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan perbandingan singkat berikut.
| Sistem | Simbol yang dipakai | Contoh penulisan |
|---|---|---|
| Biner | 0 dan 1 | 1010, 1101 |
| Desimal | 0 sampai 9 | 10, 25, 2024 |
Pada sistem biner, angka 1010 bukan dibaca “seribu sepuluh”, tetapi memiliki nilai yang berbeda jika dikonversi ke desimal. Namun yang terpenting untuk kalian pahami adalah bahwa komputer hanya membutuhkan dua simbol untuk merepresentasikan logika dan data di dalam rangkaian digitalnya.
Alasan Teknis Mengapa Sistem Biner Sangat Cocok Untuk Komputer
Ada beberapa alasan utama mengapa sistem biner menjadi pilihan terbaik untuk komputer.
Pertama, sistem biner sederhana untuk diwujudkan dalam rangkaian elektronik. Komputer hanya perlu membedakan dua keadaan tegangan, misalnya tinggi dan rendah. Kedua, penggunaan dua kondisi membuat sistem lebih tahan terhadap gangguan. Jika ada sedikit noise pada sinyal, komputer masih bisa membedakan apakah itu mewakili 0 atau 1.
Ketiga, sistem biner sangat cocok untuk operasi logika. Di dalam prosesor, ada banyak gerbang logika seperti AND, OR, dan NOT yang semuanya bekerja berdasarkan dua keadaan saja. Seluruh operasi matematika dan logika yang rumit sebenarnya dipecah menjadi kombinasi operasi sederhana berbasis 0 dan 1.
Dampak Sistem Biner Pada Penyimpanan Dan Pengolahan Data
Semua jenis data yang kalian lihat di layar komputer seperti teks, gambar, video, dan suara sebenarnya disimpan dalam bentuk deretan bit biner. Misalnya huruf “A” dalam komputer direpresentasikan oleh pola biner tertentu. Begitu pula warna piksel pada gambar atau suara dalam file musik.
Dengan menggunakan sistem biner, komputer dapat menyimpan dan mengolah data dengan sangat cepat dan konsisten. Standar penyandian seperti ASCII untuk teks atau berbagai format file digital semuanya berlandaskan representasi biner di tingkat paling dasar.
Kesimpulan
Dari pembahasan ini, kalian bisa melihat bahwa jawaban dari pertanyaan mengapa komputer menggunakan sistem biner adalah karena sistem ini sangat cocok dengan cara kerja perangkat elektronik yang hanya mengenal dua keadaan. Sistem biner membuat perancangan rangkaian lebih sederhana, lebih tahan gangguan, dan sangat efisien untuk operasi logika.
Sekian artikel dari kodelyly.com, semoga penjelasan ini membantu kalian memahami dasar penting tentang sistem biner dan cara kerja komputer di balik layar.