
Orang yang telah memahami digital financial literacy akan menggunakan layanan keuangan digital dengan memperhatikan beberapa hal. Identifikasikan hal-hal yang akan dilakukan oleh pelaku ekonomi yang telah memahami digital financial literacy dalam menggunakan layanan keuangan digital!
Berikut hal-hal yang biasanya dilakukan pelaku ekonomi yang memahami digital financial literacy saat memakai layanan keuangan digital (mobile banking, e-wallet, paylater, investasi online, pinjaman online, dll.).
1) Memastikan Legalitas & Kredibilitas Layanan
- Mengecek penyedia layanan terdaftar/berizin di otoritas terkait (misalnya bank diawasi otoritas perbankan; platform investasi punya izin sesuai produknya).
- Menilai reputasi: ulasan pengguna, rekam jejak, transparansi perusahaan, serta kualitas layanan bantuan.
2) Memahami Produk Sebelum Memakai
- Membaca ringkasan produk: fungsi, manfaat, risiko, dan skenario terburuk.
- Memahami biaya (admin, transfer, top up, penarikan, denda) dan bunga/margin bila kredit.
- Memahami syarat & ketentuan: limit, masa jatuh tempo, aturan pembatalan, dan konsekuensi keterlambatan.
3) Mengutamakan Keamanan Akun
- Membuat kata sandi kuat dan unik untuk setiap aplikasi.
- Mengaktifkan 2FA/OTP, biometrik (sidik jari/face ID) bila tersedia.
- Tidak membagikan OTP, PIN, CVV, atau kode verifikasi ke siapa pun.
- Rutin memperbarui aplikasi dan sistem operasi.
4) Melindungi Data Pribadi
- Memberi izin aplikasi seperlunya (kamera/lokasi/kontak) dan menolak izin yang tidak relevan.
- Memahami kebijakan privasi: data apa yang dikumpulkan, digunakan untuk apa, dan bagaimana penyimpanannya.
- Menghindari unggah dokumen sensitif di tempat yang tidak aman.
5) Waspada Penipuan Digital (fraud Awareness)
- Memeriksa keaslian tautan, domain, dan akun resmi (hindari klik link sembarang).
- Mengenali pola phishing, social engineering, “hadiah/undian”, “akun diblokir”, atau “verifikasi mendesak”.
- Tidak melakukan transaksi saat ditekan (urgency) dan selalu melakukan verifikasi ulang.
6) Menggunakan Perangkat & Jaringan Yang Aman
- Menghindari transaksi melalui Wi‑Fi publik; jika terpaksa, gunakan jaringan yang lebih aman.
- Mengunci layar, menyalakan fitur pelacakan perangkat, dan menonaktifkan auto-save kata sandi di perangkat umum.
- Logout dari akun setelah selesai dan tidak menyimpan kredensial di perangkat pinjaman.
7) Mengelola Transaksi Secara Tertib
- Mengecek detail transaksi sebelum konfirmasi (nomor tujuan, nama penerima, nominal).
- Mengaktifkan notifikasi transaksi dan menyimpan bukti pembayaran.
- Mencocokkan riwayat transaksi dengan catatan pribadi (rekonsiliasi sederhana).
8) Membuat Keputusan Finansial Yang Sehat
- Menetapkan anggaran dan memisahkan kebutuhan vs keinginan (menghindari “gampang bayar” jadi boros).
- Menggunakan paylater/kredit secara bijak: menghitung kemampuan bayar, total biaya, dan dampaknya pada arus kas.
- Membandingkan beberapa layanan (biaya, fitur, promo) sebelum memilih.
9) Memahami Risiko & Perlindungan Konsumen
- Memahami risiko: gagal sistem, salah transfer, penyalahgunaan akun, volatilitas investasi, hingga risiko utang.
- Mengetahui jalur komplain: customer service, mekanisme sengketa, serta batas waktu pelaporan.
- Menetapkan limit transaksi harian dan fitur pengamanan tambahan bila tersedia.
10) Terus Belajar & Mengevaluasi
- Mengikuti edukasi finansial digital: membaca panduan resmi, webinar, atau literasi dari lembaga tepercaya.
- Mengevaluasi penggunaan: apakah layanan itu membantu tujuan finansial atau justru menambah beban.
Jika kalian ingin, sebutkan jenis layanan yang dimaksud (misalnya e-wallet, mobile banking, paylater, investasi, pinjaman), nanti aku bisa buatkan checklist yang lebih spesifik sesuai kasusnya.