Pembangunan dengan pendekatan bottom-up sering kali mengalami masalah

Pembangunan dengan pendekatan bottom-up sering kali mengalami masalah

Soal

Pembangunan dengan pendekatan bottom-up sering kali mengalami masalah pembangunan yang terhenti di tengah jalan. Masalah tersebut timbul disebabkan oleh ….

  1. intervensi dari pemerintah pusat
  2. partisipasi masyarakat yang rendah
  3. sumber daya masyarakat yang terbatas
  4. pengetahuan masyarakat yang terbatas
  5. kesulitan koordinasi dalam pelaksanaan

Jawaban

E. kesulitan koordinasi dalam pelaksanaan

Pembahasan Singkat

Pendekatan bottom-up melibatkan banyak pihak di tingkat lokal (warga, tokoh masyarakat, kelompok/komunitas, lembaga desa/kelurahan). Karena aktor yang terlibat beragam dan keputusan sering diambil melalui musyawarah, salah satu kendala yang paling sering muncul adalah koordinasi pelaksanaan: pembagian peran tidak jelas, komitmen pelaksana berbeda-beda, jadwal tidak sinkron, dan pengawasan tidak konsisten. Jika koordinasi lemah, program mudah macet dan akhirnya berhenti di tengah jalan.

Pilihan lain kurang tepat sebagai penyebab khas yang paling menonjol:

B bisa terjadi, tetapi bottom-up justru bertumpu pada partisipasi; masalah “terhenti di tengah” lebih sering muncul karena implementasi lintas pihak yang sulit dikendalikan.

C dan D dapat menjadi hambatan, namun tidak selalu menyebabkan proyek berhenti; seringnya proyek berhenti karena proses eksekusi dan koordinasi yang tidak rapi.

A lebih menggambarkan masalah top-down atau konflik kebijakan, bukan kendala utama yang melekat pada mekanisme bottom-up.

About the Author

BUKA KOMENTAR (0)
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.