
Soal
Pembangunan dengan pendekatan bottom-up sering kali mengalami masalah pembangunan yang terhenti di tengah jalan. Masalah tersebut timbul disebabkan oleh ….
- intervensi dari pemerintah pusat
- partisipasi masyarakat yang rendah
- sumber daya masyarakat yang terbatas
- pengetahuan masyarakat yang terbatas
- kesulitan koordinasi dalam pelaksanaan
Jawaban
E. kesulitan koordinasi dalam pelaksanaan
Pembahasan Singkat
Pendekatan bottom-up melibatkan banyak pihak di tingkat lokal (warga, tokoh masyarakat, kelompok/komunitas, lembaga desa/kelurahan). Karena aktor yang terlibat beragam dan keputusan sering diambil melalui musyawarah, salah satu kendala yang paling sering muncul adalah koordinasi pelaksanaan: pembagian peran tidak jelas, komitmen pelaksana berbeda-beda, jadwal tidak sinkron, dan pengawasan tidak konsisten. Jika koordinasi lemah, program mudah macet dan akhirnya berhenti di tengah jalan.
Pilihan lain kurang tepat sebagai penyebab khas yang paling menonjol:
B bisa terjadi, tetapi bottom-up justru bertumpu pada partisipasi; masalah “terhenti di tengah” lebih sering muncul karena implementasi lintas pihak yang sulit dikendalikan.
C dan D dapat menjadi hambatan, namun tidak selalu menyebabkan proyek berhenti; seringnya proyek berhenti karena proses eksekusi dan koordinasi yang tidak rapi.
A lebih menggambarkan masalah top-down atau konflik kebijakan, bukan kendala utama yang melekat pada mekanisme bottom-up.