
Perbedaan air conditioner split dan inverter sering bikin kalian bingung saat mau beli AC baru untuk kamar, ruang tamu, atau kantor kecil.
Halo teman-teman, kalau kalian lagi galau memilih AC yang hemat listrik tapi tetap dingin maksimal, kalian ada di tempat yang tepat.
Pada artikel ini kodelyly.com akan membahas perbedaan AC split dan inverter secara jelas, mulai dari cara kerja, konsumsi listrik, kenyamanan suhu, sampai biaya perawatan.
Perbedaan Air Conditioner Split Dan Inverter
Secara sederhana, AC split biasanya merujuk ke AC dengan dua unit (indoor dan outdoor) yang memakai kompresor non-inverter (on/off). Sementara AC inverter adalah AC split juga (dua unit), tetapi kompresornya memakai teknologi inverter yang bisa menyesuaikan kecepatan kerja.
Artinya, “split” itu lebih ke bentuk/tipe pemasangan, sedangkan “inverter” itu teknologi kompresor. Jadi jangan kaget kalau di toko ada istilah “AC split inverter” karena keduanya bisa digabung.
Cara Kerja Dan Stabilitas Suhu
Pada AC split non-inverter, kompresor bekerja dengan pola nyala penuh lalu mati ketika suhu sudah tercapai. Saat suhu naik lagi, kompresor menyala lagi. Siklus on/off ini membuat suhu cenderung naik-turun, meski tetap nyaman untuk banyak orang.
Pada AC inverter, kompresor tidak sering mati total. Setelah suhu tercapai, kompresor akan menurunkan putaran untuk menjaga suhu tetap stabil. Hasilnya, ruangan terasa lebih konsisten dinginnya dan biasanya lebih senyap saat sudah mencapai suhu target.
Konsumsi Listrik Dan Biaya Pemakaian
Kalau kalian pakai AC dalam durasi panjang (misalnya 6–12 jam per hari), AC inverter umumnya lebih hemat karena tidak boros saat start-stop berulang. Namun, hematnya sangat dipengaruhi oleh kebiasaan pemakaian, suhu setelan, ukuran PK yang tepat, serta kondisi ruangan (insulasi, pintu sering dibuka, dan lain-lain).
Sebaliknya, AC split non-inverter bisa terasa lebih “ringan” dari sisi harga awal, tetapi konsumsi listrik cenderung lebih tinggi pada pemakaian lama karena kompresor sering menyala penuh.
Tabel Perbandingan Cepat
| Aspek | AC Split Non-Inverter (On/Off) | AC Inverter |
|---|---|---|
| Teknologi kompresor | Kecepatan tetap, nyala-mati | Kecepatan variabel, menyesuaikan beban |
| Stabilitas suhu | Cenderung naik-turun | Lebih stabil |
| Konsumsi listrik | Umumnya lebih tinggi untuk pemakaian lama | Umumnya lebih hemat untuk pemakaian lama |
| Suara | Bisa lebih terdengar saat kompresor start | Biasanya lebih halus setelah suhu tercapai |
| Harga awal | Lebih murah | Lebih mahal |
| Perawatan | Relatif sederhana | Perlu teknisi yang paham inverter |
Kelebihan Dan Kekurangan Masing_Masing
Kelebihan AC split non-inverter: harga lebih terjangkau, cocok untuk pemakaian singkat, dan biaya perbaikan komponen tertentu bisa lebih murah.
Kekurangannya: suhu kurang stabil dan bisa lebih boros jika dipakai lama.
Kelebihan AC inverter: lebih hemat untuk pemakaian panjang, suhu stabil, dan kenyamanan biasanya lebih tinggi.
Kekurangannya: harga awal lebih mahal, dan jika ada kerusakan di modul/inverter, biaya perbaikan bisa lebih tinggi.
Tips Memilih Yang Paling Cocok
Kalau kalian pakai AC setiap hari dalam waktu lama, memilih inverter biasanya lebih masuk akal. Tapi kalau pemakaian kalian sesekali (misalnya hanya malam tertentu atau 1–3 jam), AC split non-inverter bisa jadi pilihan ekonomis.
Jangan lupa, pilih PK yang sesuai luas ruangan, rutin cuci filter, dan pastikan instalasi rapi (vakum pipa, panjang pipa wajar) supaya performa dan efisiensi tetap optimal.
Kesimpulan
Perbedaan air conditioner split dan inverter terletak pada istilahnya: split mengacu pada model dua unit, sedangkan inverter mengacu pada teknologi kompresor yang mengatur putaran untuk efisiensi dan suhu lebih stabil. Untuk pemakaian lama, inverter biasanya lebih hemat; untuk pemakaian singkat dan budget terbatas, split non-inverter masih sangat layak.
Sekian artikel dari kodelyly.com, semoga membantu kalian menentukan AC yang paling pas untuk kebutuhan dan budget kalian!