
Perbedaan merica dan ketumbar sering bikin kalian bingung karena sama-sama berbentuk butiran dan sama-sama dipakai buat bikin masakan makin wangi dan “nendang”.
Halo teman-teman, pernah nggak sih kalian lagi masak terus ragu: ini yang harusnya masuk merica atau ketumbar? Tenang, Pada artikel ini kodelyly.com akan membahas perbedaan keduanya dari sisi rasa, aroma, bentuk, cara pakai, sampai tips memilih yang berkualitas.
Perbedaan Merica Dan Ketumbar
Asal Dan Bagian Tanaman Yang Dipakai
Merica (pepper) berasal dari buah tanaman merica yang dipanen saat masih muda atau matang, lalu dikeringkan hingga jadi butiran. Ketumbar berasal dari biji tanaman coriander yang dikeringkan setelah tanaman berbunga dan menghasilkan biji. Jadi, walau sama-sama “butiran”, merica lebih dekat ke buah kering, sementara ketumbar adalah biji kering.
Aroma Dan Rasa Yang Paling Terasa
Merica punya sensasi pedas hangat dan sedikit menusuk di lidah, terutama pada merica hitam. Aromanya tajam dan “spicy”. Ketumbar punya aroma lebih lembut, hangat-manis, dan sedikit citrus/nutty ketika disangrai. Rasa ketumbar nggak pedas, tapi bikin masakan terasa lebih “bulat” dan wangi.
Bentuk, Warna, Dan Tekstur Butiran
Merica biasanya bulat kecil, permukaannya agak keriput. Warna merica hitam lebih gelap, merica putih lebih pucat, dan ada juga merica hijau. Ketumbar cenderung lebih besar, warnanya krem kekuningan, permukaan lebih halus, dan saat dipecah sering terlihat dua belahan biji.
Cara Penggunaan Di Dapur
Merica paling pas dipakai untuk menambah “kick” pedas dan aroma tajam, misalnya sup, tumisan, steak, bakso, soto, atau saus. Merica sering ditambahkan menjelang akhir agar aromanya tetap kuat.
Ketumbar cocok untuk bumbu dasar dan masakan berempah, seperti opor, gulai, rendang, kari, semur, sate, ungkep ayam, atau bumbu kacang. Ketumbar biasanya dihaluskan dan dimasak lebih lama supaya aromanya keluar dan menyatu dengan bumbu lain.
Contoh Masakan Yang Cocok
Kalian bisa pakai merica untuk hidangan yang butuh rasa pedas bersih seperti sup ayam, capcay, atau kuah bakso. Ketumbar lebih cocok untuk masakan berbumbu tebal seperti ayam goreng ungkep, sate, kari, atau pepes.
Tabel Perbedaan Merica Dan Ketumbar
| Aspek | Merica | Ketumbar |
|---|---|---|
| Bahan asal | Buah merica yang dikeringkan | Biji coriander yang dikeringkan |
| Rasa utama | Pedas hangat, tajam | Hangat, lembut, sedikit manis |
| Aroma | Spicy, menyengat | Wangi rempah, nutty-citrus |
| Ukuran butiran | Lebih kecil | Lebih besar |
| Cara pakai umum | Ditabur/ditumbuk, sering akhir masak | Dihaluskan, sering bumbu dasar |
| Cocok untuk | Sup, tumisan, kuah, saus | Opor, gulai, kari, ungkep, sate |
Tips Memilih Dan Menyimpan Agar Awet
Pilih merica yang butirannya kering, tidak berjamur, dan aromanya masih kuat saat digerus. Untuk ketumbar, pilih biji yang warnanya merata, tidak kusam, dan wangi saat disangrai sebentar. Simpan keduanya di wadah tertutup rapat, jauh dari panas dan lembap. Kalau memungkinkan, simpan dalam bentuk utuh lalu haluskan saat mau dipakai supaya aromanya lebih segar.
Kesimpulan
Perbedaan merica dan ketumbar ada pada asal, rasa, aroma, dan cara pakainya. Merica memberi sensasi pedas tajam dan biasanya ditambahkan sebagai penambah rasa di akhir atau saat penyajian. Ketumbar memberikan wangi rempah yang lembut dan sering jadi bumbu dasar yang dimasak lebih lama. Dengan memahami karakter keduanya, kalian bisa lebih pede memilih bumbu yang tepat untuk tiap masakan.
Sekian artikel dari kodelyly.com, semoga membantu kalian membedakan merica dan ketumbar dengan mudah. Selamat masak dan semoga hasilnya makin enak!